Senin, 09 September 2019

Festival Krakatau, Selasa,10 September 2019

VA, VE

Festival Krakatau merupakan salah satu perhelatan kebudayaan unggulan dari Provinsi Lampung. Festival yang rutin diadakan setiap tahun ini merupakan parade kebudayaan yang mengangkat kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Lampung. Selain itu, perhelatan ini juga menjadi ajang promosi potensi pariwisata yang dimiliki setiap kabupaten dan kota yang ada di Lampung.

Festival yang diramaikan dengan karnaval, atraksi seni tradisional, pameran, dan berbagai lomba ini mulai diadakan sejak tahun 1990. Dalam perjalanannya, terdapat banyak variasi yang dilakukan. Karenanya, dari tahun ke tahun, terdapat perbedaan pada konten acara yang ditampilkan. Bagian acara yang selalu mendapat perhatian besar adalah karnaval karena melibatkan partisipasi dari semua lapisan masyarakat.

Pada Oktober 2012, diadakan Festival Krakatau XXII. Acara yang dibuka oleh Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. ini berlangsung sangat meriah. Rangkaian acara berlangsung dari tanggal 6 Oktober sampai 13 Oktober 2012 dan dihadiri 22 duta besar negara-negara sahabat. Dalam rangkaian karnaval, ditampilkan pernak-pernik budaya tradisional Lampung, yang disandingkan dengan beraneka karya kreasi kontemporer.

Karnaval diisi dengan parade busana tradisional dari dua suku besar di Lampung, yaitu Sai Batin dan Pepadun. Ditampilkan pula kesenian topeng tradisional tupping dan sekura yang menjadi salah satu kekhasan seni tradisional Lampung. Karnaval juga dimeriahkan peragaan busana kreasi kontemporer dari bahan kain tapis. Selain itu, atraksi unik seperti parade baris berbaris polisi cilik, marching band, dan gajah-gajah dari Taman Nasional Way Kambas juga ikut meramaikan Festival Krakatau.

Minggu, 08 September 2019

sai bumi ruwa jurai (senin 9 september 2019)

VIf VIg
sai bumi ruwa jurai

Masyarakat adat Lampung memiliki semboyan/slogan yang disebut "Sang Bumi Ruwa Jurai", artinya satu bumi dua aliran adat budaya; kata sang bumi berasal dari sanga bumi, artinya se-bumi. Sedangkan ruwa jurai, artinya dua aliran (kelompok) budaya yang berbeda, yaitu aliran (jurai) masyarakat adat sebatin dan pepadun. Menurut Iwan Nurdaya-Djafar (2014), bahwa kata sang menyatakan satu dalam arti kesatuan yang tidak terbagi-bagi, misalnya dalam kalimat sikam sang lamban (kami serumah), ram sang pekon (kita sedesa), dsb. Sedangkan menurut Junaiyah H.M. dalam kata pendahuluan untuk Kamus Bahasa Lampung-Indonesia yang disusunnya dalam dialek api terdapat kata sanga yang artinya persis sama dengan kata sang yang telah dikemukakan di atas. Dalam Kamus Bahasa Lampung yang disusun oleh Hilman Hadikesuma, kata sanga dalam dialek Pemanggilan dipersamakan dengan kata segalow dalam dialek Tulangbawang yang berarti semua. Contohnya: sanga muwari, semua saudara; sanga mahhan; seisi rumah. Sama dengan penjelasan Zainudin Hasan (2012), bahwa Sang berarti satu kesatuan yang utuh. Dalam Bahasa Lampung ada tingkatan satu yang bermakna satu yang berarti kumpulan yaitu kata Sanga. Sanga berarti kumpulan yang menjadi satu dalam satu wadah atau tempat yang membuatnya menjadi kesatuan yang utuh. Contoh: Sanga kakhung (satu karung/sekarung), Sanga mubil (Satu mobil/Semobil), Sanga belanga, Sanga kapal (Satu kapal/sekapal), Sanga menyanak (Satu keluarga/Sekeluarga), Sanga Muwakhi (sepersaudaraan laki-laki) Sanga Bunakbai (sepersaudaraan perempuan) dan lain-lain. 

Sang bumi ruwa jurai merupakan simbol keragaman etnis dan budaya Lampung; sedangkan etnis pendatang tidak digolongkan sebagai jurai ke-3 dalam konsep ini. Dalam simbol budaya Sang Bumi Ruwa Jurai tidak ada kategori ulun Lampung dan pendatang; ini tidak sesuai dengan pemahaman unsur-unsur piil pesenggiri, terutama unsur nemui-nyiman. Justeru kelompok pendatang diposisikan sebagai ulun Lampung pada kedua kelompok budaya itu, yaitu pepadun dan sebatin secara bebas dan terbuka, sesuai pilihan, teritorial pemukinan dan penetapan ke dalam warga adat.

2. perhatijan pertabyaan tersebut. Tulis lah dalam aksara lampung!
..............  .........   .....
................................
.................................

Kamis, 05 September 2019

teks sai bumi ruwa jurai (jumat 6 september 2019)

VI C VID
sai bumi ruwa jurai

Masyarakat adat Lampung memiliki semboyan/slogan yang disebut "Sang Bumi Ruwa Jurai", artinya satu bumi dua aliran adat budaya; kata sang bumi berasal dari sanga bumi, artinya se-bumi. Sedangkan ruwa jurai, artinya dua aliran (kelompok) budaya yang berbeda, yaitu aliran (jurai) masyarakat adat sebatin dan pepadun. Menurut Iwan Nurdaya-Djafar (2014), bahwa kata sang menyatakan satu dalam arti kesatuan yang tidak terbagi-bagi, misalnya dalam kalimat sikam sang lamban (kami serumah), ram sang pekon (kita sedesa), dsb. Sedangkan menurut Junaiyah H.M. dalam kata pendahuluan untuk Kamus Bahasa Lampung-Indonesia yang disusunnya dalam dialek api terdapat kata sanga yang artinya persis sama dengan kata sang yang telah dikemukakan di atas. Dalam Kamus Bahasa Lampung yang disusun oleh Hilman Hadikesuma, kata sanga dalam dialek Pemanggilan dipersamakan dengan kata segalow dalam dialek Tulangbawang yang berarti semua. Contohnya: sanga muwari, semua saudara; sanga mahhan; seisi rumah. Sama dengan penjelasan Zainudin Hasan (2012), bahwa Sang berarti satu kesatuan yang utuh. Dalam Bahasa Lampung ada tingkatan satu yang bermakna satu yang berarti kumpulan yaitu kata Sanga. Sanga berarti kumpulan yang menjadi satu dalam satu wadah atau tempat yang membuatnya menjadi kesatuan yang utuh. Contoh: Sanga kakhung (satu karung/sekarung), Sanga mubil (Satu mobil/Semobil), Sanga belanga, Sanga kapal (Satu kapal/sekapal), Sanga menyanak (Satu keluarga/Sekeluarga), Sanga Muwakhi (sepersaudaraan laki-laki) Sanga Bunakbai (sepersaudaraan perempuan) dan lain-lain. 

Sang bumi ruwa jurai merupakan simbol keragaman etnis dan budaya Lampung; sedangkan etnis pendatang tidak digolongkan sebagai jurai ke-3 dalam konsep ini. Dalam simbol budaya Sang Bumi Ruwa Jurai tidak ada kategori ulun Lampung dan pendatang; ini tidak sesuai dengan pemahaman unsur-unsur piil pesenggiri, terutama unsur nemui-nyiman. Justeru kelompok pendatang diposisikan sebagai ulun Lampung pada kedua kelompok budaya itu, yaitu pepadun dan sebatin secara bebas dan terbuka, sesuai pilihan, teritorial pemukinan dan penetapan ke dalam warga adat.

2. perhatijan pertabyaan tersebut. Tulis lah dalam aksara lampung!
..............  .........   .....
................................
.................................

Rabu, 04 September 2019

Sagata adi-adi (kamis, 5 september 2019)

kelas VC ,VB

1. bacalah segata di bawah ini dengan lagu yang benar!

Moloh tungga

Tepok pangkalan mandi
tinggal do indai kanca
halok ni antak sinji
negham bandung pujama

induh kapan mensa ni
gham dapok moloh tungga
kintu wat salah dighi
maaf kuti sai dija

makkung tenty kapan masa ni
gham lapah moloh tunhha
sangun sedih ki ditipubiti
pulipang jak pujama

2. salinlah segata di atas ke dalam aksara lampung, di tempat yang tersedia di bawah ini!

..................................................
............ .....................................
.......... ................................  .....
............  ........................... .......
............  .............. .. ..................

Selasa, 03 September 2019

Sagata (rabu, 4 agustus 2019)

IV E

Sagata

1.  Perhatijab untuk pantun canggot seni budaya di bawah ini, bacalah dengan cermat. Tirulah contoh gurumu.

Bulan bagha teghang cuaca
nyinaghi bumi kak tigoh pagi
seni budaya patut tibina
budaya lampung kenyin lestaghi

2. pantun tersebut di atas , terdiri daei 2 bait masing-masing bait terdiri atas 4 bait , baris pertama dan baris kedua disebut sampiran. Baris ketiga dan baris keempat disebut isi. bunyi akhir pada baris pertama sama dengan bunyi akhir pada baris ketiga. bunyi akhir pada baris kedua sama debgan bunyi akhir pada baris keempat.

3. terjemahkan pantun tersebut ke dalam bahas indonesia, tulialah ditempat yang tersedia di bwah ini

..............................................
..............................................
..............................................
...............................................
................................................

Senin, 02 September 2019

Sagata Lampung, selasa 3 september 2019

Sagata

1.  Perhatijab untuk pantun canggot seni budaya di bawah ini, bacalah dengan cermat. Tirulah contoh gurumu.

Bulan bagha teghang cuaca
nyinaghi bumi kak tigoh pagi
seni budaya patut tibina
budaya lampung kenyin lestaghi

2. pantun tersebut di atas , terdiri daei 2 bait masing-masing bait terdiri atas 4 bait , baris pertama dan baris kedua disebut sampiran. Baris ketiga dan baris keempat disebut isi. bunyi akhir pada baris pertama sama dengan bunyi akhir pada baris ketiga. bunyi akhir pada baris kedua sama debgan bunyi akhir pada baris keempat.

3. terjemahkan pantun tersebut ke dalam bahas indonesia, tulialah ditempat yang tersedia di bwah ini

..............................................
..............................................
..............................................
...............................................
................................................

Minggu, 01 September 2019

SAGATA (pantun lampung) , senin 2 september 2019

Sagata

1.  Perhatijab untuk pantun canggot seni budaya di bawah ini, bacalah dengan cermat. Tirulah contoh gurumu.

Bulan bagha teghang cuaca
nyinaghi bumi kak tigoh pagi
seni budaya patut tibina
budaya lampung kenyin lestaghi

2. pantun tersebut di atas , terdiri daei 2 bait masing-masing bait terdiri atas 4 bait , baris pertama dan baris kedua disebut sampiran. Baris ketiga dan baris keempat disebut isi. bunyi akhir pada baris pertama sama dengan bunyi akhir pada baris ketiga. bunyi akhir pada baris kedua sama debgan bunyi akhir pada baris keempat.

3. terjemahkan pantun tersebut ke dalam bahas indonesia, tulialah ditempat yang tersedia di bwah ini

..............................................
..............................................
..............................................
...............................................
................................................

TES IT (MATERI PEMBERLAJARAN Aku merawat tubuhku)

MATERI PEMBERLAJARAN   Hari/Tanggal                : Selasa , 30 November 2021 Tema                            : Diriku Subtema 3 ...